Ono menegaskan, jembatan yang akan dibangun bukan sekadar penghubung antarwilayah, melainkan infrastruktur yang mampu dilalui kendaraan roda empat, termasuk ambulans, kendaraan logistik, dan pengangkut hasil pertanian.
“Harapan masyarakat sederhana, yakni memiliki jembatan yang bisa dilalui mobil sehingga pelayanan kesehatan dan aktivitas ekonomi tidak lagi terhambat,” katanya.
Sementara itu, Kuwu Desa Tawangsari, Rojiki, menyebut persoalan akses jalan menjadi kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat Blok Sadek. Selama ini, kondisi tersebut sangat menyulitkan ketika ada warga yang membutuhkan penanganan medis darurat.
“Kalau ada warga sakit, ambulans tidak bisa masuk. Warga harus dibawa menggunakan motor terlebih dahulu. Perjalanannya bisa mencapai satu setengah hingga dua jam,” ungkap Rojiki.
Ia mengatakan, aspirasi pembangunan jembatan telah berulang kali disampaikan kepada pemerintah. Karena itu, komitmen yang disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi masyarakat.










