Sukawi menambahkan, perbedaan kelompok usia dan tingkat kemahiran menuntut pendekatan latihan yang tidak bisa disamaratakan. Melalui data konkret yang didapat dari tes parameter ini, tim pelatih dapat menghindari metode overtraining (latihan berlebih) yang sering menjadi pemicu utama cedera pada atlet muda.
Dengan diterapkannya sistem evaluasi berbasis data ini, RAC berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pembinaan atletik di daerah. Langkah awal musim yang terstruktur ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit pelari, pelompat, maupun pelempar yang tangguh dan siap mengharumkan nama daerah di kancah regional hingga nasional.
Sementara staf pelatih, Rahmat Maulana SPd menambahkan, item test parameter secara umum yaitu standing broad jump, lari 30 meter, sit and reach, push up, sit up, medicine chest pass, T-test, dan beep test.
Hasil tes parameter tersebut juga menjadi acuan kenaikan tingkat atau kelas, yang dipadukan dengan arahan tim pelatih merujuk pada penilaian yang terukur.***










