Menurut Barry, penilaian tidak hanya berfokus pada keindahan visual, tetapi juga kesesuaian karya dengan tema, kekuatan cerita atau storytelling, aspek teknis, serta ketepatan dalam menangkap momen.
“Tantangannya dalam menilai, yang pertama, kita harus mencari yang sesuai dengan tema. Terus juga storytelling-nya, secara teknis dan momennya juga dapat,” jelas Barry.
Ia menuturkan, jumlah karya peserta tahun ini termasuk yang terbanyak dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Kondisi tersebut menghadirkan banyak pilihan foto menarik sekaligus menuntut juri untuk memilih karya yang memiliki nilai cerita kuat.
“Karya yang masuk tahun ini termasuk yang paling banyak jumlahnya. Itu cukup menantang karena banyak banget variasi, banyak banget foto-foto yang bagus dan menginspirasi,” katanya.
Ia berharap karya-karya pemenang dapat memberikan perspektif baru kepada masyarakat mengenai Cirebon, sekaligus membangkitkan ketertarikan untuk berkunjung dan mengenal lebih dekat potensi daerah tersebut.
“Foto-foto pemenang ini diharapkan bisa membuat orang-orang yang melihat menjadi lebih tahu tentang Cirebon lebih banyak dan juga ingin berkunjung ke sini,” tutur Barry.










