Upaya penyelamatan sempat dilakukan. Sekitar pukul 16.30 WIB, teman korban mencoba menariknya, namun derasnya arus membuat usaha tersebut gagal. Tak lama kemudian, korban hilang dari permukaan air.
Warga yang mengetahui kejadian itu segera melapor ke pihak berwajib melalui layanan darurat 110. Pencarian awal dilakukan secara mandiri oleh warga sebelum tim gabungan turun tangan.
Tim pencarian terdiri dari Polsek Lemahwungkuk, Polres Cirebon Kota, Ditpolair, Basarnas, BPBD, TNI, serta unsur pemerintah setempat. Mereka menyisir aliran sungai hingga ke muara dengan berbagai metode.
Namun, proses pencarian tidak berjalan mudah. Arus yang kuat dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat menjadi kendala utama. Pencarian bahkan harus dihentikan setiap malam dan dilanjutkan kembali keesokan harinya.
Setelah tiga hari penuh upaya tanpa henti, korban akhirnya ditemukan di muara sungai. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Di balik duka tersebut, kejadian ini juga menjadi peringatan penting akan bahaya bermain di sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.










