“Kalau memang materialnya sudah sesuai spesifikasi, buktikan melalui pengawasan. Jangan sampai setelah proyek selesai baru diketahui kualitasnya tidak sesuai harapan. Yang dirugikan nantinya adalah masyarakat, khususnya para petani,” katanya.
Ia juga menyoroti tidak adanya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Akibatnya, masyarakat tidak mengetahui besaran anggaran, panjang pekerjaan, maupun target penyelesaian proyek yang disebut melintasi empat desa, yakni Tamansari, Rahayu, Kalisari, dan Ambulu.
“Seharusnya papan informasi dipasang agar masyarakat tahu proyek ini menggunakan anggaran berapa, volumenya berapa, dan siapa pelaksananya. Keterbukaan informasi merupakan bentuk akuntabilitas kepada publik,” tegasnya.
Menurut H. Warso, saluran irigasi tersebut menjadi urat nadi pertanian di Kecamatan Losari karena mengairi ratusan hektare sawah. Oleh sebab itu, ia berharap proyek tidak sekadar selesai secara administratif, tetapi juga memiliki kualitas konstruksi yang baik dan berumur panjang.










