Lebih lanjut, Yenny menegaskan bahwa pesantren memiliki peran besar sebagai institusi yang melindungi kelompok rentan dan menanamkan nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Karena itu, gerakan pesantren ramah anak dinilai sejalan dengan semangat Islam yang mengedepankan kasih sayang, perlindungan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
“Pesantren harus menjadi tempat yang melindungi mereka yang lemah serta menjadi pusat lahirnya nilai-nilai kebaikan bagi masyarakat,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Yenny mengajak umat Islam untuk terus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial melalui pendekatan yang damai, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Menurutnya, Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam dan nilai-nilai tersebut harus terus diperjuangkan melalui pendidikan, dakwah, serta keteladanan yang baik di lingkungan pesantren maupun masyarakat luas.










