Ia menuturkan, informasi mengenai hasil identifikasi diterima pihak Pemerintah Desa Sigong sekitar pukul 18.15 WIB. Informasi tersebut kemudian langsung diteruskan kepada perangkat desa dan keluarga korban.
“Sekitar pukul 18.15 WIB kami mendapat informasi. Kami langsung meneruskannya kepada perangkat desa dan keluarga,” ujarnya.
Berdasarkan hasil identifikasi, jasad yang ditemukan tersebut dinyatakan identik 100 persen dengan Yaya Carya.
Kepastian itu sekaligus mengakhiri penantian panjang keluarga yang selama 15 hari terus menunggu kabar mengenai keberadaan Yaya.
“Alhamdulillah, hasil identifikasi menyatakan identik 100 persen. Kami akhirnya cukup lega,” ungkap Sumarsono.
Selama proses pencarian, lanjut dia, Pemerintah Desa Sigong juga terus berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan perkembangan terbaru terkait pencarian dan proses identifikasi.
“Bagaimanapun, ini merupakan tanggung jawab kami sebagai pemerintah desa,” pungkasnya.










