CIREBON — Petani garam di Blok Beda’an, Desa Pengarengan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, berharap adanya bantuan geomembran berkualitas untuk mendukung peningkatan produktivitas sekaligus mengurangi kerugian akibat kerusakan sarana produksi.
Lahan tambak garam di kawasan tersebut mencapai sekitar 200 hektare. Namun, lahan yang benar-benar produktif diperkirakan berada di kisaran 100 hingga 150 hektare. Pada musim produksi 2026, total hasil garam dari wilayah tersebut mencapai sekitar 3.000 ton.
“Produksi tahun ini relatif stabil, sekitar 3.000 ton,” ujar salah seorang petani garam Desa Pengarengan, Warnadi, Rabu (30/9/2026).
Warnadi mengatakan, dirinya telah puluhan tahun menggarap tambak garam dengan luas sekitar 0,5 hektare. Dalam satu musim panen, lahan tersebut mampu menghasilkan sekitar 50 ton garam.
Menurutnya, kondisi harga garam di tingkat petani saat ini juga cukup membantu. Harga berada di kisaran Rp700 ribu per ton dan relatif stabil.
“Harga sekarang cukup stabil, mudah-mudahan hasilnya juga maksimal,” katanya.










