“Pertama kenapa Cirebon, karena tadi ada data bahwa tingkat prevalensinya di sini tinggi, penderitanya di sini tinggi,” ujar Fransisca.
Fransisca menjelaskan, bantuan yang diberikan sebanyak 15 unit motor listrik, meskipun Kabupaten Cirebon memiliki 60 puskesmas. Menurutnya, jumlah tersebut disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan program yang dijalankan.
“Kenapa 15, walaupun kenyataannya ada 60 puskesmas? Tentu karena kami pun punya keterbatasan,” katanya.
Ia berharap Pemkab Cirebon dapat mengelola dan merawat kendaraan tersebut dengan baik sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Fransisca, salah satu tantangan dalam penanganan TBC dan kusta adalah menjangkau masyarakat di lapangan. Karena itu, keberadaan kendaraan operasional dinilai penting untuk mendukung petugas kesehatan dalam melakukan penjangkauan.
“Kami juga berharap pemerintah kabupaten bisa mengelola dengan baik, menjaga dengan baik, karena kami tahu salah satu kendala di lapangan kalau isunya tuberkulosis dan kusta mungkin nanti penjangkauan. Semoga bisa dijaga dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten dan digunakan untuk manfaat yang sebesar-besarnya,” tuturnya.










