CIREBON – DPRD Kabupaten Cirebon mendorong agar investasi senilai Rp3,2 triliun yang diperkirakan masuk sepanjang 2026 mampu membuka lapangan kerja lebih luas bagi masyarakat lokal, khususnya di wilayah Cirebon Timur.
Dewan mengingatkan, keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya modal yang ditanamkan, tetapi juga dari manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga pemberdayaan UMKM.
Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setyawan, menegaskan bahwa investasi sektor industri harus memberikan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh warga.
“Investasi ini tentunya akan menyerap tenaga kerja kalau memang itu pabrik. Kemudian multiplier effect-nya di sekitar pabrik juga banyak, bisa UMKM, kos-kosan dan sebagainya,” ujar Aan.
Menurut politikus dari daerah pemilihan (dapil) V tersebut, pemerintah daerah perlu memperhatikan jenis investasi yang masuk. Sebab, nilai investasi yang besar belum tentu sebanding dengan jumlah tenaga kerja yang terserap.










