CIREBON — Musim kemarau pada tahun 2026 diperkirakan datang lebih cepat, berlangsung lebih panjang, serta disertai suhu yang lebih panas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut diprediksi akan berdampak langsung terhadap sektor pertanian, terutama terkait ketersediaan air bagi para petani.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimancis, Dwi Agus Kuncoro, menjelaskan pemerintah telah mulai melakukan berbagai langkah antisipasi guna mengurangi dampak kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.
“Mengacu pada kondisi yang terjadi pada tahun 2025, kami mulai menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi potensi kekeringan di tahun ini,” ujar Dwi Agus Kuncoro kepada media, Kamis (12/03/2026).
Siapkan Pompa Air hingga Drone Penyiram
Sebagai langkah antisipasi, BBWS Cimancis menyiapkan sejumlah peralatan penanganan kekeringan, di antaranya pompa air khusus kekeringan, drone penyiram air, sprinkler, hingga alat pengebor sumur dangkal yang mampu mencapai kedalaman hingga 60 meter.








