CIREBON – Sekretaris Dewan Pembina Pimpinan Pusat Muslimat NU, Yenny Wahid, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pondok Pesantren Ketitang Cirebon dalam mengembangkan konsep pesantren ramah anak sebagai bagian dari upaya menjaga marwah pendidikan Islam.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Haul KH Salwa Yasin, KH Asror Hasan, dan KM Adnan Amin serta Haflah Imtihan ke-47 Pondok Pesantren Ketitang di Kabupaten Cirebon, Sabtu (20/6/2026) malam.
Di hadapan ribuan jamaah yang memadati lokasi acara, Yenny mengaku terharu dengan langkah Pondok Pesantren Ketitang yang sejak 23 Juni 2023 telah mendeklarasikan Gerakan Jaringan Pondok Pesantren Ramah Anak (JPPRA) bersama puluhan pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, inisiatif tersebut memiliki makna strategis di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pesantren, terutama munculnya sejumlah kasus yang melibatkan oknum dan berdampak pada citra lembaga pendidikan keagamaan.
“Komitmen seperti ini sangat penting karena pesantren saat ini sedang menghadapi ujian. Ada oknum yang melakukan tindakan di luar nilai-nilai agama sehingga mencoreng nama baik pesantren,” ujar Yenny.










