CIREBON – Tidak pernah terbayang dalam benak Taufik Hidayat bahwa gerobak bakso pentol yang setiap hari ia dorong untuk mencari nafkah akan mengantarkannya pada sebuah amanah besar. Sabtu (24/7/2026).
Dari jalanan kampung hingga lorong-lorong sekitar Pondok Pesantren Gedongan, Desa Ender, Kecamatan Pangenan, kini langkahnya berlanjut menuju Balai Desa Kendal sebagai Kuwu Antar Waktu (PAW).
Kisah Taufik menjadi bukti bahwa kepemimpinan tidak selalu lahir dari kemewahan atau jabatan tinggi. Justru dari kesederhanaan, kerja keras, dan ketulusan melayani sesama, kepercayaan masyarakat tumbuh hingga akhirnya mengantarkannya memimpin Desa Kendal, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Bagi warga yang mengenalnya, Taufik bukan sekadar penjual bakso pentol. Di sela aktivitas berdagang, ia dikenal sebagai sosok yang mudah diajak berdiskusi, ringan membantu, dan tak pernah lelah mendengarkan berbagai persoalan warga. Kedekatan itulah yang perlahan membangun kepercayaan masyarakat kepadanya.
Kini, kepercayaan tersebut diwujudkan melalui amanah sebagai Kuwu PAW untuk melanjutkan sisa masa jabatan selama kurang lebih 16 bulan hingga pelaksanaan Pemilihan Kuwu serentak pada 2027 mendatang.










