Jojo juga meminta pemerintah bertindak tegas terhadap kontraktor pelaksana apabila terbukti pekerjaan tidak sesuai standar.
“Kalau memang terbukti pekerjaannya asal jadi, pemerintah harus memberikan sanksi tegas. Bahkan kalau perlu kontraktornya diblacklist agar tidak lagi mengerjakan proyek pemerintah. Keselamatan masyarakat jangan sampai dikorbankan,” tegasnya.
Keluhan serupa disampaikan Jayadi, seorang pedagang yang telah lama berjualan di sekitar lokasi. Menurutnya, sejak proyek tersebut selesai, kecelakaan lalu lintas lebih sering terjadi dibanding sebelumnya.
“Saya jualan di sini sudah lama. Memang setelah gorong-gorong itu selesai dibangun, sering sekali terjadi kecelakaan. Penyebabnya karena bentuknya terlalu tinggi dan runcing sehingga kendaraan kaget saat melintas,” katanya.
Ia mengungkapkan, kecelakaan paling banyak terjadi pada malam hari, terutama melibatkan pengendara sepeda motor yang belum mengetahui kondisi jalan.
“Yang paling sering motor. Apalagi kalau pengendaranya sedikit ngebut dan belum tahu ada tonjolan itu, langsung oleng dan jatuh. Bahkan pernah juga ada truk gandeng yang nyangkut karena bagian bawah kendaraannya membentur gorong-gorong tersebut,” tutur Jayadi.










