Sebagai langkah antisipasi, Bulog mempercepat realisasi program bantuan pangan yang saat ini sedang berjalan.
Percepatan tersebut dilakukan agar masyarakat, khususnya kelompok rentan, dapat segera merasakan manfaat bantuan pemerintah sebelum terjadi gejolak harga yang lebih luas.
“Kami menargetkan seluruh proses penyaluran bantuan pangan selesai pada 19 Juni 2026. Upaya ini merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan bantuan pangan tidak hanya berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, tetapi juga menjadi instrumen pengendalian inflasi dengan menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.
Imam berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kembali penyaluran bantuan pangan pada periode berikutnya apabila kondisi ekonomi masyarakat membutuhkan dukungan tambahan.
“Kami berharap program bantuan pangan dapat terus berlanjut. Jika masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok akibat penyesuaian BBM, bantuan ini tentu sangat membantu meringankan beban mereka,” ujarnya.










