Bulog Jadi Penyangga Harga Gabah, Posisi Tawar Petani Meningkat Saat Musim Panen

banner 468x60

“Kalau ingin membeli gabah kami, mereka harus berani memberi harga lebih tinggi dari Bulog. Itu menguntungkan petani karena ada pilihan,” ujar Udin.

Menurutnya, selisih harga tersebut sangat membantu untuk menutup biaya produksi yang terus meningkat, mulai dari pengolahan lahan, pembelian benih, pupuk, hingga biaya perawatan tanaman.

Meski demikian, Udin mengakui sebagian petani tetap memilih menjual kepada tengkulak karena prosesnya lebih sederhana.

Berbeda dengan Bulog yang menerapkan standar kualitas tertentu, seperti kadar air, tingkat kekeringan, dan kadar kotoran, tengkulak umumnya menerima gabah dengan persyaratan yang lebih longgar.

“Kalau ke tengkulak biasanya lebih mudah. Setelah ditimbang langsung dibayar, jadi modal untuk tanam berikutnya bisa segera diputar,” tuturnya.

Meski ada petani yang memilih menjual ke pedagang karena harga lebih tinggi, Bulog menilai kondisi tersebut justru menunjukkan pasar gabah yang sehat.

Keberadaan Bulog sebagai pembeli siaga membuat harga dasar tetap terjaga sehingga pelaku usaha harus bersaing secara wajar untuk mendapatkan hasil panen petani.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60