Ia memperkirakan transaksi ekonomi yang dihasilkan komunitas UMKM Cakrabuana dapat mencapai lebih dari Rp1 miliar setiap bulan.
Gambaran aktivitas produksi itu terlihat dari sejumlah pelaku usaha yang mampu menghasilkan produk dalam jumlah cukup besar. Pelaku usaha bandeng, misalnya, dapat memproduksi sekitar 10 hingga 20 kilogram per hari. Sementara produksi rengginang bisa mencapai sekitar 20 kilogram per hari.
“Kalau dihitung dari seluruh produk yang ada, saya meyakini perputaran keuangan komunitas UMKM Cakrabuana dalam satu bulan bisa mencapai Rp1 miliar lebih,” ujarnya.
Sejumlah produk binaan Forum UMKM Cakrabuana juga dinilai memiliki potensi untuk menembus pasar yang lebih luas. Di antaranya Bandeng Gepuk, rengginang, serta siwang atau terasi bawang.
Namun, upaya memperluas pasar tersebut masih menghadapi berbagai kendala. Salah satu persoalan yang cukup dominan adalah kapasitas dan kontinuitas produksi.
Rengginang menjadi salah satu contoh produk yang masih sangat bergantung pada kondisi cuaca. Proses penjemuran membutuhkan sinar matahari sehingga ketika memasuki musim hujan, kapasitas produksi dapat mengalami penurunan.










