Siswa diajak mengenali berbagai bentuk bullying yang dapat terjadi di lingkungan sekolah. Pemahaman tersebut diberikan agar siswa mampu membedakan antara candaan yang masih dalam batas wajar dengan tindakan yang dapat menyakiti atau merugikan orang lain.
“Edukasi seperti ini penting agar anak-anak sejak dini bisa mengenali apa itu bullying, memahami dampaknya, dan tahu apa yang harus dilakukan ketika melihat atau mengalami perundungan. Jangan sampai tindakan yang menyakiti teman dianggap sebagai hal yang biasa,” ujar Fahmi, Ketua LKBH UIBBC.
Selain mengenalkan bentuk-bentuk bullying, siswa juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah perundungan di lingkungan sekolah.
Siswa diajak untuk membangun sikap saling menghargai, tidak ikut melakukan maupun mendukung tindakan bullying, serta berani menyampaikan kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya ketika mengalami maupun menyaksikan tindakan perundungan.
Penyampaian materi berlangsung secara interaktif. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dan aktif ketika memasuki sesi tanya jawab.










