Menurut Sutirno, hasil uji coba penggunaan ice pack juga menunjukkan kualitas hasil tangkapan lebih baik dibanding menggunakan es balok.
“Ikan, rajungan, dan udang tetap segar karena tidak terendam air seperti kalau menggunakan es yang mencair. Saat dijual, pembeli juga melihat kualitasnya lebih bagus,” ujarnya.
Selain mengurangi biaya pembelian es, penggunaan tenaga surya membuat operasional cold storage nyaris tanpa biaya listrik maupun bahan bakar. Perawatan fasilitas juga relatif sederhana, terutama membersihkan panel surya secara berkala.
Kepala Desa Citemu, Herintiano, mengatakan pemerintah desa bersama kelompok nelayan segera membentuk tim pengelola untukmengatur operasional fasilitas tersebut, termasuk distribusi ice pack agar dapat dimanfaatkan secara merata.
“Kami akan menyusun mekanisme pembagian dan jadwal penggunaan ice pack agar seluruhnelayan bisa merasakan manfaatnya,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Go Power, Tsuzuki Arata, mengatakan proyek tersebut diharapkan menjadi model pengembangan teknologi energi bersih bagi kampung nelayan di daerah lain.










