Ketua Kelompok KPM UIBBC, Asep Syaiful Syahbana, mengatakan bahwa program tersebut lahir dari hasil identifikasi kebutuhan masyarakat terhadap ruang belajar yang mampu memperkuat karakter religius sekaligus mendukung perkembangan akademik anak-anak.
“Program ini bertujuan meningkatkan literasi keislaman, memperkuat karakter religius, menumbuhkan semangat belajar, serta menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi anak-anak desa,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan suatu program pengabdian tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdiannya. Oleh karena itu, mahasiswa KPM menggandeng IRMAS sebagai mitra strategis agar program pembinaan tersebut tetap berjalan secara berkesinambungan.
“Melalui keterlibatan IRMAS, kami berharap program ini dapat terus dilaksanakan meskipun masa KPM telah berakhir. Kami ingin meninggalkan sistem yang dapat diteruskan oleh masyarakat sendiri,” katanya.










