“Program ini sudah diwacanakan sejak enam bulan lalu. Citemu kami pilih karena lokasinya strategis dan nelayannya kooperatif,” ungkap Fernando.
Menurut Fernando, Desa Citemu menjadi salah satu lokasi pilot project iCPACK di Indonesia, bersama sejumlah wilayah lain di Kalimantan, Sulawesi dan Jawa.
Dukungan pemerintah desa serta kesiapan kelompok nelayan menjadi pertimbangan penting dalam pelaksanaan program tersebut.
“Tidak salah kami memilih Citemu sebagai pilot project cold storage iCPACK,” ujarnya.
Fernando mengakui, proses penempatan fasilitas tersebut sempat menghadapi dinamika pada Juni lalu. Namun, setelah dilakukan berbagai pembahasan, program tetap diarahkan untuk dilaksanakan di Desa Citemu.
Ia menjelaskan, keberadaan iCPACK diharapkan mampu membantu nelayan mempertahankan kualitas hasil tangkapan. Teknologi tersebut disebut dapat membantu menjaga suhu dingin hingga sekitar 14 jam, sehingga ikan tetap terjaga selama proses penanganan dan perjalanan.
Nelayan Didorong Kelola Secara Mandiri










