“Ini untuk mengingatkan kembali agar kita tidak lupa. Selain itu, memberikan wawasan tambahan kepada masyarakat sehingga ke depan tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar H. Satori.
Ia menilai, dahulu masyarakat mendapatkan pembelajaran mengenai nilai-nilai Pancasila melalui mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di sekolah. Namun, seiring perkembangan zaman, penguatan pemahaman tersebut perlu terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
“Kalau zaman dahulu kita mengenal pelajaran PMP atau Pendidikan Moral Pancasila di sekolah. Melalui kegiatan sosialisasi dan sarasehan kebangsaan seperti ini, minimal masyarakat mendapatkan tambahan wawasan dan bisa lebih memahami kembali nilai-nilai kebangsaan,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, H. Satori juga sengaja mengundang berbagai elemen masyarakat dari latar belakang berbeda. Peserta tidak hanya berasal dari kalangan masyarakat umum, tetapi juga akademisi, pensiunan aparatur sipil negara (ASN), pensiunan TNI-Polri, hingga para pensiunan guru.










