Pesan tersebut menjadi penyemangat bagi pengelola dan jamaah untuk terus menjaga konsistensi kegiatan serta memperluas jangkauan dakwah melalui majelis ilmu.
Tasyakuran pertemuan ke-200 ini juga dihadiri Habib Novel Al-Athos, pengasuh Majelis Al-Wasilah Kuningan, yang menyampaikan mauizah hasanah atau nasihat kebaikan kepada para jamaah.
Dalam tausiyahnya, Habib Novel mengingatkan pentingnya mensyukuri kesempatan untuk menghadiri majelis ilmu. Menurutnya, ilmu agama tidak cukup hanya dipelajari dan dipahami, tetapi juga harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Momentum Hari Santri Nasional turut mewarnai pesan yang disampaikannya. Ia mengingatkan bahwa semangat kesantrian tidak semata-mata berkaitan dengan pengalaman menempuh pendidikan di pondok pesantren, tetapi juga tercermin dari kesungguhan seseorang dalam mempelajari ilmu agama, menjaga akhlak, dan mengamalkan ajaran Islam.
Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat, sehingga semangat menuntut ilmu tidak berhenti pada kegiatan pengajian, melainkan diwujudkan melalui perilaku dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.










