Ia menambahkan, kehidupan santri di lingkungan pesantren memungkinkan proses pendidikan berlangsung tidak hanya melalui pembelajaran formal. Sikap dan perilaku para kiai juga menjadi bagian dari pendidikan yang diterima para santri.
“Bukan saja pendidikannya, tetapi secara tidak langsung akhlaknya juga dididik karena santri akan mengikuti pembicaraan dan tingkah laku para kiai,” ujarnya.
Imron menilai pendidikan pesantren semakin relevan di tengah tantangan yang dihadapi generasi muda pada era globalisasi. Karena itu, ia mengapresiasi orang tua yang memilih pesantren sebagai tempat pendidikan anak-anaknya.
“Maka dari itu, para orang tua ini orang yang beruntung karena anaknya dipesantrenkan, karena di situasi sekarang, di era global ini banyak anak-anak yang terpapar karena salah pergaulan,” katanya.
Ia berharap para santri dapat membawa nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren untuk kemudian berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Maka santri-santri inilah yang akan bisa meneruskan bangsa dan negara kita,” tegas Imron.










