Hutan Mangrove Ambulu Dikembangkan Jadi Ekowisata dan Pusat Pemberdayaan Masyarakat

banner 468x60

Dalam pengelolaannya, pemerintah desa melibatkan kalangan pemuda melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kawasan mangrove kemudian mulai dikembangkan menjadi destinasi wisata dengan berbagai aktivitas, termasuk wisata pemancingan yang memanfaatkan kekayaan ekosistem di sekitarnya.

Pengelolaan wisata tersebut sempat memberikan hasil positif. Bahkan, omzet yang diperoleh dinilai cukup signifikan hingga mampu mencapai titik impas atau Break Even Point (BEP) dalam waktu sekitar 10 bulan.

Namun, pengembangan kawasan sempat mengalami jeda. Kondisi tersebut membuat sejumlah fasilitas wisata mengalami kerusakan dan keausan sehingga membutuhkan pembenahan sebelum kembali dikembangkan.

Kini, upaya pengembangan Hutan Mangrove Ambulu kembali dilanjutkan dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Cirebon, sektor pendidikan, serta kerja sama dengan Telkom University.

Sunaji mengatakan, konsep yang dibangun tidak sekadar menjadikan kawasan tersebut sebagai objek wisata. Lebih dari itu, kawasan mangrove diarahkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus sarana meningkatkan kapasitas dan perekonomian masyarakat.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60