“Yang dibangun bukan hanya tempat wisata, tetapi juga pusat edukasi dan pemberdayaan warga,” katanya.
Sejalan dengan konsep tersebut, pemanfaatan kawasan mangrove juga diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Di antaranya melalui budidaya udang dan pembesaran kepiting.
Pengembangan sektor tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi warga sekaligus menjaga keberadaan ekosistem mangrove. Dengan demikian, aktivitas ekonomi dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan.
Menurut Sunaji, pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik. Pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting agar berbagai potensi yang dimiliki desa dapat dikelola dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Fokus melayani warga dengan niat baik adalah kuncinya, agar setiap langkah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.










