“Cirebon Power yang mengoperasikan dua pembangkit listrik, yakni pembangkit pertama berkapasitas 660 megawatt dan pembangkit kedua berkapasitas 1.000 megawatt, sampai hari ini pasokan batu bara kami masih terjaga dan kami masih bisa beroperasi secara normal,” ujar Yuda.
Ia menjelaskan, perusahaan terus berupaya secara optimal menjaga produksi energi listrik agar kebutuhan masyarakat dan sektor industri tetap terpenuhi.
Selain itu, suplai batu bara dari para pemasok juga masih berjalan lancar sehingga tidak ada indikasi gangguan terhadap operasional pembangkit.
“Pasokan kami juga terus datang dari supplier sehingga kami optimistis tidak akan ada gangguan untuk operasional di Cirebon,” katanya.
Yuda menambahkan, selama satu bulan terakhir PLTU Cirebon tidak mengalami kendala dalam menyalurkan energi listrik kepada PLN.
Hal tersebut menunjukkan bahwa operasional pembangkit berjalan stabil dan mampu memenuhi target pasokan yang dibutuhkan.
“Sejak satu bulan terakhir ini tidak ada gangguan untuk supply listrik kepada PLN. Namun terkait distribusi kepada pelanggan tentu PLN yang lebih mengetahui. Yang jelas, Cirebon Power memastikan bahwa hingga saat ini kami tetap beroperasi secara normal,” tegasnya.










