Selain kerusakan rumah, putusnya jalan utama akibat longsor menyebabkan akses masyarakat terhenti total. Sedikitnya 147 kepala keluarga atau sekitar 387 jiwa terdampak langsung dalam peristiwa tersebut.
Warga Blok Lojikaum, Desa Karangwuni, menjadi wilayah yang paling merasakan dampak karena praktis terisolir akibat terputusnya jalur penghubung utama.
“Jalur ini merupakan akses utama warga menuju Nagrak, Lojikaum hingga Kalimati, Kuningan. Sekarang aktivitas sekolah, bekerja, sampai distribusi logistik warga ikut terganggu,” kata Feby.
Kerugian akibat bencana tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta, mencakup kerusakan rumah warga serta infrastruktur yang terdampak.
Pemerintah Desa Karangwuni dan Desa Sedong Kidul langsung bergerak cepat dengan meninjau lokasi pada Selasa pagi. Laporan kejadian juga telah disampaikan kepada pemerintah daerah guna mendapat penanganan lebih lanjut.
Sejumlah langkah darurat telah dilakukan di lapangan, di antaranya pendataan korban terdampak, evakuasi barang milik warga, pembersihan lumpur serta material banjir, hingga pendokumentasian untuk kebutuhan pengajuan bantuan.










