Sutradara pementasan sekaligus penulis lakon Jarbuarong, Maseko BS, menyampaikan cerita Jarbuarong adalah ihtiar mengajak masyarakat untuk memperhatikan kondisi alam, terutama bawah laut. Aktivitas penambangan pasir dan sampah laut dapat menggangu keseimbangan kehidupan kolini ikan dan hewan lainnya seperti terumbu karang.
“Penggarapan pementasan kali ini, kami menggunakan pendekatan teater fantasi. Harapannya pementasan kami dapat dinikmati segala usia, karena kami membawa misi pelestarian lingkungan dan laut,” ujar Maseko usai pementasan, Sabtu, 4 Juli 2026.
Agar misi tersampaikan, sutradara tak hanya mengandalakan pendekatan penggarapan tetaer fantasi, tapi juga mengemas pementasan secara komunikatif. Penonton tidak hanya duduk di bangku penonton, tapi juga terlibat langsung dalam pementasan di atas panggung.
“Penonton kami beri ruang pentas bareng di panggung pada adegannya Jarbuarong, Silago dan Barboron menyusun rencana dan strategi menghadapi Jager Tong dan tuan Bongkeng,” ungkap Maseko.










