“Kalau lingkungan di tingkat RW dan sekitarnya bersih, tentu kesehatan masyarakat juga ikut terjaga. Kalau masyarakatnya sehat, kota kita juga semakin kuat,” ujar Effendi.
Menurutnya, pengelolaan sampah di Kota Cirebon menunjukkan perkembangan positif. Namun, upaya tersebut harus terus dilakukan karena persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan pemerintah seorang diri.
Ia mendorong gerakan pengelolaan sampah dimulai dari rumah tangga, kemudian diperkuat di tingkat RT, RW hingga kelurahan. Dengan langkah tersebut, sampah dapat dikurangi dan ditangani sejak dari sumbernya.
“Harapannya, sampah ini mulai berkurang dari tingkat warga. Dari rumah, kemudian RT, RW, sampai kelurahan,” katanya.
Effendi juga mengajak sekolah, dunia usaha, rumah sakit, kelurahan dan berbagai elemen masyarakat ikut mengambil bagian dalam menjaga kebersihan Kota Cirebon.
Kepada para Kader Lingkungan yang telah menerima SK, Effendi berpesan agar mereka menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat sekaligus penggerak kepedulian lingkungan di wilayah masing-masing.










