“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih tertib berlalu lintas serta memahami pentingnya keselamatan di jalan,” ujarnya.
Menurutnya, meningkatnya aktivitas industri di wilayah Ciledug, Pabuaran, dan Waled berdampak pada melonjaknya volume kendaraan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata.
“Penanganan kemacetan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, perusahaan hingga masyarakat agar solusi yang diambil benar-benar efektif,” katanya.
Salah satu solusi yang mengemuka dalam pembahasan tersebut adalah pengaturan jam masuk karyawan perusahaan secara bergelombang sehingga arus kendaraan tidak terkonsentrasi pada waktu yang sama.
Selain itu, Satlantas Polresta Cirebon juga terus menempatkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Rekayasa lalu lintas pun terus dilakukan menyesuaikan kondisi di lapangan.










