Ia mengibaratkan kesempatan tersebut seperti kegiatan pelatihan yang diselenggarakan sebuah lembaga. Menurutnya, ada perbedaan sikap antara seseorang yang mengikuti pelatihan dengan biaya sendiri dan seseorang yang mendapatkannya secara gratis.
Orang yang mengeluarkan biaya sendiri, kata Mukarto, biasanya memiliki rasa tanggung jawab dan kesungguhan lebih besar. Namun, ia menegaskan bahwa analogi tersebut jangan sampai justru membuat jamaah menganggap remeh fasilitas umrah yang diberikan yayasan.
Sebaliknya, karena perjalanan tersebut merupakan bentuk apresiasi lembaga, jamaah harus semakin serius menjalankan ibadah.
“Jangan sampai karena umrah ini dibiayai lembaga atau yayasan, kemudian dimanfaatkan tidak sebagaimana mestinya. Justru harus semakin sungguh-sungguh. Luruskan niat untuk beribadah kepada Allah dan bertamu ke Baitullah,” tegasnya.
Mukarto berharap seluruh jamaah mampu menjaga niat sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air. Ia juga berpesan agar jamaah menjaga kesehatan, mengikuti tuntunan ibadah dan tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan selama berada di Tanah Suci.










