Kehadiran keduanya membuat perjalanan tersebut terasa semakin istimewa. Ketua yayasan tidak hanya memberikan fasilitas dan pesan kepada para jamaah, tetapi juga ikut merasakan langsung perjalanan spiritual bersama rombongan menuju Tanah Suci.
Dengan bekal manasik, pengetahuan fikih, kesiapan fisik dan terutama niat yang telah diluruskan, para jamaah diharapkan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk.
Sebab, seperti pesan Mukarto, yang paling penting dalam perjalanan menuju Baitullah bukan seberapa besar kemampuan seseorang untuk membayar perjalanan, tetapi seberapa siap hati menerima panggilan untuk menjadi tamu Allah.










