Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang dapat menyampaikan informasi secara benar mengenai tata cara bekerja ke luar negeri sesuai prosedur yang berlaku.
“Peserta kegiatan ini merupakan mahasiswa yang notabene adalah kaum intelektual. Kami berharap mereka mampu menularkan praktik-praktik baik ini kepada masyarakat luas, terutama dalam memberikan pemahaman mengenai prosedur migrasi yang legal dan aman, meningkatkan pengetahuan tentang berbagai modus perdagangan orang, serta langkah-langkah pencegahannya,” ujar Ahmad Widyan.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa memanfaatkan masa pengabdian melalui KKN untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Menurutnya, KKN bukan sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi ruang belajar sekaligus mengasah kepedulian sosial terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa.
Sementara itu, Ketua SBMI Cirebon, Nurahman Normandika, menjelaskan bahwa sosialisasi pra-pendaftaran migrasi aman bertujuan meningkatkan kapasitas calon pekerja migran maupun kelompok rentan di desa-desa dampingan agar memahami pentingnya bermigrasi secara aman dan sesuai ketentuan hukum.










