Sebagai komoditas lokal, talas juga memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang dapat menjadi alternatif sumber pangan selain beras.
Tidak hanya itu, hasil panen talas dapat diolah menjadi berbagai produk makanan yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang luas.
Ketua RW 15 Nuansa Majasem, Rudi Setiantono, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh program tersebut.
Ia berharap gerakan yang dimulai RT 07 dapat menjadi pemicu bagi lingkungan lain untuk memanfaatkan lahan kosong yang masih banyak dijumpai di kawasan permukiman.
“Kami berharap tidak ada lagi lahan yang dibiarkan tidur. Apa yang dilakukan RT 07 ini mudah-mudahan menjadi contoh bagi RT lainnya. Jika lahan kosong dimanfaatkan dengan baik, manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Selain menghasilkan komoditas pangan, kegiatan penanaman juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda.
Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang terlibat tampak aktif mengikuti proses penanaman sambil mempelajari praktik pertanian perkotaan dan pengelolaan pangan berkelanjutan.










