Menurutnya, trotoar yang semestinya menjadi jalur aman bagi pejalan kaki kini hampir tidak dapat difungsikan karena tertutup rumput liar, tanah, dan endapan lumpur. Akibatnya, warga terpaksa berjalan di badan jalan yang dilalui kendaraan, sehingga meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan.
Selain itu, Talkini juga menyoroti kondisi saluran drainase di sepanjang jembatan yang sudah tidak berfungsi secara optimal. Lubang-lubang pembuangan air yang berada di sisi jembatan banyak tertutup tanah, rumput, dan sampah sehingga menghambat aliran air.
“Setiap beberapa meter terdapat lubang pembuangan air. Sekarang sebagian besar sudah tertutup tanah dan rumput sehingga air tidak mengalir dengan baik. Kalau dibiarkan terus, tentu bisa mempercepat kerusakan konstruksi jembatan dan mengganggu lingkungan sekitar,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah daerah lebih memberi perhatian terhadap pemeliharaan infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami tidak meminta yang muluk-muluk. Kami hanya berharap ada pemeliharaan rutin. Infrastruktur yang sudah dibangun dengan uang rakyat harus dijaga agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tegasnya.










