Dalam aksi tersebut, warga membawa berbagai peralatan sederhana seperti cangkul, sabit, parang, dan alat pemotong rumput manual. Berkat semangat kebersamaan, dalam beberapa jam rumput liar berhasil dibersihkan dan saluran drainase yang semula tersumbat mulai kembali terbuka sehingga aliran air menjadi lebih lancar.
Sementara itu, tokoh pemuda sekitar, Ade Falah, memberikan apresiasi atas inisiatif masyarakat yang memilih bergerak membersihkan lingkungan tanpa menunggu tindakan pemerintah. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tanggung jawab utama pemeliharaan infrastruktur tetap berada di tangan pemerintah.
“Gotong royong ini patut diapresiasi karena menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Tetapi jangan sampai semangat warga dijadikan alasan untuk mengabaikan kewajiban pemerintah. Infrastruktur publik dibangun menggunakan anggaran negara sehingga pemeliharaan rutin juga harus menjadi tanggung jawab pemerintah,” katanya.
Ade menilai pemerintah daerah perlu memiliki program pemeliharaan berkala terhadap jembatan, trotoar, maupun saluran drainase agar kerusakan tidak semakin parah.










