“Jangan memilih karena kedekatan. Jangan memilih karena kepentingan sesaat. Pilih orang yang memang mampu mengurus perusahaan, memperbaiki pelayanan, menekan kehilangan air, memperluas cakupan pelanggan dan membuat Tirta Jati menjadi perusahaan yang sehat,” katanya.
Ia menegaskan, masyarakat Kabupaten Cirebon pada akhirnya tidak terlalu membutuhkan siapa yang menjadi kandidat, melainkan membutuhkan jaminan bahwa orang yang terpilih benar-benar merupakan kandidat terbaik.
“Pertanyaan sederhananya, apakah kita sedang mencari orang yang terbaik untuk PDAM, atau sedang mencari orang yang sesuai dengan kepentingan tertentu? Itu yang harus dijawab oleh Pansel dan KPM,” pungkas Muhammad Rizky Firmansyah, SH.
Bagi Rizky, transparansi bukan sekadar membuka tahapan seleksi, tetapi juga memastikan setiap tahapan benar-benar memiliki fungsi untuk menyaring kandidat terbaik.
Sebab yang dipertaruhkan bukan hanya sebuah jabatan, melainkan masa depan pelayanan air minum bagi masyarakat Kabupaten Cirebon.










