Warga juga meminta seluruh biaya peninggian rumah menjadi tanggung jawab pengembang. Biaya tersebut mencakup material maupun jasa pengerjaan. Sementara mengenai teknis pelaksanaan, warga menyerahkannya kepada pihak pengembang karena rumah sudah dalam kondisi ditempati.
Gusti menyebut dampak banjir tidak hanya terjadi pada satu atau dua titik. Dari Blok F hingga Blok W, sekitar 600 rumah disebut terdampak dengan ketinggian genangan rata-rata sekitar lutut orang dewasa.
Blok R dan S disebut menjadi wilayah yang paling parah terdampak, sementara Blok H, I dan J juga mengalami persoalan serupa.
Warga, lanjut Gusti, sebelumnya telah beberapa kali menempuh mediasi dengan pihak RSP. Namun, upaya yang dilakukan selama ini dinilai lebih banyak berupa penanganan ketika banjir datang dan belum menyentuh persoalan secara permanen.
“Ketika banjir datang mereka meninjau, membawa ini, membawa itu, kemudian selesai. Termasuk sumur resapan dan yang lain. Setelah dilaksanakan, mereka tinggal,” ujarnya.
Karena itu, warga berharap audiensi bersama DPRD dapat menghasilkan langkah konkret yang mampu menyelesaikan persoalan banjir di kawasan tersebut.










