CIREBON – Sebuah lahan kosong yang selama ini tidak produktif di lingkungan RT 07 RW 15 Nuansa Majasem, Kota Cirebon, kini mulai disulap menjadi kawasan pertanian berbasis masyarakat. Jumat (12/6/2026).
Melalui Gerakan Penanaman Talas Pratama, sebanyak 3.000 bibit Talas Bogor ditanam sebagai bagian dari program ketahanan pangan yang melibatkan warga, pengurus lingkungan, dan kalangan mahasiswa.
Kegiatan yang diawali dengan soft launching tersebut berlangsung di atas lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi.
Program ini menjadi langkah nyata warga dalam mengoptimalkan lahan tidur agar memiliki manfaat ekonomi sekaligus mendukung ketersediaan pangan di tingkat lingkungan.
Penggagas program, Ketua RT 07 RW 15 Nuansa Majasem, Arief Amin, mengatakan pemanfaatan lahan kosong ini merupakan bentuk upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih produktif.
Menurutnya, Talas Pratama dipilih karena memiliki potensi hasil yang cukup menjanjikan serta relatif mudah dibudidayakan oleh masyarakat.
“Kalau sesuai perhitungan, usia panen berkisar enam sampai tujuh bulan. Kami berharap hasilnya optimal karena satu tanaman bisa menghasilkan umbi sekitar dua hingga tiga kilogram. Ini menjadi peluang yang baik untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga,” ujarnya.










