Dengan didampingi para mutawwif dari ICMI Travel, jamaah mendapatkan penjelasan mengenai sejumlah tempat bersejarah, antara lain Saqifah Bani Sa’idah, Pasar Manakha, Masjid Al-Ghamamah, Masjid Ali bin Abi Thalib, serta Pemakaman Baqi.
Bagi jamaah, kegiatan tersebut bukan sekadar wisata sejarah. Penjelasan mengenai tempat-tempat tersebut menjadi sarana untuk memahami kembali perjalanan sejarah Islam dan kehidupan Rasulullah SAW serta para sahabat.
Memasuki hari berikutnya, jamaah YPSGJ Cirebon melanjutkan agenda perjalanan dengan ibadah di Masjid Nabawi dan sejumlah destinasi sejarah di Madinah.
Setelah Salat Subuh dan sarapan pagi, jamaah dijadwalkan mengikuti city tour menuju Masjid Quba, kebun kurma, dan Jabal Uhud. Namun, kondisi cuaca menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius.
Tour Leader ICMI Travel, Ustaz Fariddzul Adzar, mengatakan seluruh jamaah hingga saat ini berada dalam kondisi sehat. Meski demikian, cuaca panas di Madinah menjadi tantangan tersendiri.
“Alhamdulillah kondisi jamaah sehat semua. Cuaca sedang masa transisi pancaroba. Suhu bisa mencapai sekitar 43 hingga 45 derajat Celsius dan terkadang ada sedikit badai debu pada sore hari, tetapi sejauh ini tidak mengganggu aktivitas jamaah dalam menjalankan ibadah,” jelas Ustaz Izul.










