“Kalau ingin maju, harus berani mengevaluasi diri. Audit itu bagian dari upaya memperbaiki sistem. Kita harus tahu di mana titik lemah yang menyebabkan pengembangan pelanggan berjalan lambat, kenapa target-target besar belum tercapai, dan apa yang harus diperbaiki ke depan,” katanya.
Bambang juga menyinggung target penambahan pelanggan yang belakangan kembali digaungkan. Menurutnya, target melampaui angka 50 ribu pelanggan seharusnya sudah menjadi capaian pada periode sebelumnya, bukan lagi menjadi target dasar yang baru direncanakan saat ini.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi indikator bahwa terdapat sejumlah program strategis yang belum berjalan optimal.
“Target 50 ribu lebih satu pelanggan itu seharusnya sudah lama tercapai. Dengan potensi wilayah Kabupaten Cirebon, angka itu bukan target yang luar biasa tinggi. Karena itu perlu ada evaluasi mendalam kenapa target tersebut belum bisa diwujudkan,” ujarnya.
Meski demikian, Bambang menyatakan keyakinannya bahwa Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Cirebon memiliki komitmen kuat untuk melakukan pembenahan terhadap BUMD yang dimiliki pemerintah daerah.










