Ia menjelaskan, saluran pembuangan di lingkungan permukiman sebenarnya masih berfungsi normal.
Namun, aliran Kali Kutawuwu atau Kali Pangenan mengalami hambatan sehingga air tidak dapat mengalir maksimal ke wilayah hilir.
Sementara itu, Kuwu Pangenan, Acep Rudin, mengungkapkan banjir kali ini menjadi yang paling parah dibandingkan beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, banjir kiriman dari Desa Beringin mengalir menuju Desa Pangenan, namun aliran air tertahan badan Jalan Pantura.
“Kalau Desa Beringin banjir, airnya mengalir ke Pangenan. Tetapi karena terhalang Jalan Pantura dan Kali Kutawuwu tidak mampu menampung debit air, akhirnya permukiman warga tergenang,” katanya.
Ia menambahkan, besarnya debit air menyebabkan genangan belum surut meski sudah berlangsung selama dua hari. Sejumlah titik masih terdampak, termasuk rumah warga, halaman Balai Desa Pangenan, hingga area masjid desa.
Acep mengatakan pemerintah desa sebelumnya telah mengajukan permohonan normalisasi Kali Kutawuwu kepada pihak terkait. Namun hingga saat ini usulan tersebut belum juga direalisasikan.










