Sementara itu, sopir bus bernama Yudi (48) mengatakan, insiden bermula saat kendaraan yang dikemudikannya melaju memasuki wilayah Desa Rawaurip.
Tiba-tiba salah seorang penumpang melaporkan adanya kepulan asap keluar dari bagian atas atap kendaraan, tepatnya di area pendingin udara atau AC.
“Saat masuk wilayah Pantura Rawaurip, ada penumpang yang bilang ada asap keluar dari bagian atas. Saya langsung menepikan kendaraan ke pinggir jalan. Namun hanya berselang sekitar 15 menit, api sudah membesar dan dengan cepat menghanguskan seluruh badan bus,” ungkap Yudi di lokasi kejadian.
Saat kejadian, bus tersebut tengah membawa tiga penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan dari Semarang menuju Cirebon. Namun sebelum sampai ke tujuan, kendaraan tersebut terlebih dahulu dilalap si jago merah.
Yudi menambahkan, dirinya sempat berupaya mencabut aki kendaraan untuk memutus aliran listrik agar api tidak semakin meluas. Namun kobaran api sudah terlalu besar dan sulit dikendalikan.
Akibat kejadian tersebut, petugas sempat menerapkan sistem contra flow selama kurang lebih 15 menit guna menjaga keselamatan pengguna jalan dari kobaran api dan asap tebal yang muncul di sekitar lokasi kejadian.










