“Kami pada prinsipnya peduli terhadap investasi. Kami ingin investasi dapat tumbuh dan berkembang, tetapi masyarakat lokal juga harus mendapatkan manfaat yang nyata dari keberadaan investasi tersebut,” ujarnya.
FORMASI juga menilai komunikasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pelaku usaha menjadi hal penting agar setiap proses investasi dapat berlangsung secara terbuka dan kondusif. Menurut mereka, ruang dialog perlu dibangun sehingga aspirasi masyarakat dapat disampaikan sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan usaha.
Keterlibatan generasi muda, lanjutnya, juga diperlukan agar perkembangan investasi di wilayah tersebut tidak hanya dilihat dari sisi ekonomi, tetapi juga dari aspek sosial, lingkungan, ketenagakerjaan, dan keberlanjutan pembangunan masyarakat.
FORMASI menegaskan bahwa kepedulian terhadap investasi bukan berarti mengabaikan kepentingan masyarakat. Sebaliknya, mereka berharap tercipta hubungan yang seimbang antara dunia usaha dan masyarakat lokal.










