“Door to door pembuatan QRIS bagi pelaku UMKM merupakan upaya untuk mendorong digitalisasi transaksi dan mempermudah transaksi bagi masyarakat desa Bojongkulon dan sekitarnya,” ujarnya.
Berkat semangat dan kegigihan anggota kelompok, sebanyak 33 pelaku UMKM yang tersebar di Desa Bojongkulon dan wilayah sekitarnya berhasil difasilitasi pembuatan QRIS melalui aplikasi DANA.
Keberhasilan ini menjadi tonggak awal bagi ekosistem pembayaran digital yang lebih inklusif di kawasan tersebut.
Memasuki hari puncak pada Kamis, 20 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan dengan workshop sistem pembayaran digital yang menghadirkan narasumber ahli langsung dari Bank Indonesia.
Dalam pelaksanaan workshop ini, KPM Bojongkulon berkolaborasi dan bersinergi dengan GenBi Komisariat UI BBC, yang berperan sebagai kepanjangan tangan Bank Indonesia, guna memperkuat literasi dan edukasi keuangan bagi para peserta.
Ketua Pelaksana kegiatan, Aprita Romayanti, menyampaikan harapan besar agar rangkaian program ini tidak berhenti pada seremoni belaka, melainkan membawa dampak riil bagi kesejahteraan pelaku usaha.










