Selain menyoroti aspek anggaran, massa juga mengecam keras dugaan penghinaan fisik yang diduga dilakukan oleh salah seorang anggota DPRD. Mereka mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Cirebon segera menuntaskan proses pemeriksaan dan mengumumkan hasilnya secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Menanggapi tuntutan tersebut, Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Cirebon, Diah Irwani Indriati, menyatakan bahwa laporan yang masuk telah diproses sesuai mekanisme yang berlaku dan saat ini masih berada pada tahap klarifikasi.
“Aduan yang disampaikan sudah ditindaklanjuti oleh Badan Kehormatan. Saat ini prosesnya masih berjalan dan kami meminta semua pihak untuk menunggu hasil pemeriksaan. BK akan menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional,” ujar Diah.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Hasan Basori, yang menerima perwakilan massa aksi menyampaikan bahwa DPRD terbuka terhadap kritik dan aspirasi yang disampaikan masyarakat maupun mahasiswa.










