Proses pemasangan patok gang ini tidak dilakukan secara serampangan. Sejak tahap perencanaan hingga eksekusi di lapangan, para mahasiswa telah menjalin koordinasi yang erat dengan perangkat Desa Bojongkulo hingga ketua RT/RW setempat. koordinasi bersama aparatur desa dilakukan untuk menentukan lokasi prioritas, memastikan izin pemasangan, serta menyelaraskan desain patok dengan estetika dan tata ruang desa. Sinergi ini menjadi kunci suksesnya program agar benar-benar diterima dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh elemen masyarakat.
Yang menjadikan program ini istimewa adalah statusnya sebagai “program penutup” dari seluruh rangkaian kegiatan KPM yang telah berlangsung selama beberapa minggu di Bojongkulon. Dengan memasang 12 patok informatif ini, para mahasiswa secara simbolis mengakhiri masa pengabdian mereka dan meninggalkan warisan fisik yang berkelanjutan bagi warga desa. Berbeda dengan program-program sebelumnya yang lebih banyak bersifat edukasi dan pelatihan, patok gang ini dipilih sebagai puncak kegiatan karena dianggap memiliki dampak paling konkret dan jangka panjang bagi tatanan kehidupan sehari-hari masyarakat.










