Dalam aspek pengamanan, Pemerintah Kota Cirebon akan berkolaborasi dengan TNI, Polri, unsur Keraton, komunitas Macan Ali, Satpol PP, dan berbagai pihak lainnya. Penataan pedagang kaki lima dan atribut liar di sepanjang jalur kirab juga akan dilakukan demi menjaga estetika kawasan budaya.
“Ada beberapa ruas jalan yang PKL-nya akan ditertibkan sementara untuk satu malam saja. Spanduk dan banner yang sudah tidak layak juga akan kita rapikan agar kawasan terlihat lebih bersih dan tertata,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Milangkala Tatar Sunda, Dedi Supandi menuturkan bahwa Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan keterikatan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mendorong penataan dan revitalisasi kawasan bersejarah di Kota Cirebon.
“Kegiatan ini bukan hanya kirab budaya, tetapi ada keterikatan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dan kota. Apa yang belum maksimal dilakukan daerah, nantinya bisa didukung oleh Provinsi. Kami berharap pasca kegiatan ini akan ada beberapa revitalisasi di Kota Cirebon, termasuk kawasan Kota Tua,” ujarnya.










