Agenda siang diawali dengan bedah buku Asmarandana: Sajak-Sajak Cinta Seorang Pengembara. Buku karya Fathan Mubarak tersebut dibahas bersama Jamaludin Mohammad dan Wahyudi Yuli. Perbincangan menelusuri gagasan dan pilihan estetik dalam antologi tersebut, termasuk pengolahan pengalaman personal, bahasa, dan cinta sebagai bagian dari pergulatan manusia dengan kehidupan.
Selanjutnya, diskusi sastra dan lokalitas menghadirkan Zen Hae dari Jakarta, Ahda Imran dari Bandung, dan Nissa Rengganis dari Cirebon. Diskusi membahas lokalitas dalam penciptaan sastra serta hubungannya dengan identitas, pengalaman sosial, dan perubahan kebudayaan. Percakapan ini membuka perspektif mengenai bagaimana pengalaman lokal dapat menjadi sumber penciptaan dengan jangkauan pemaknaan yang lebih luas.
Pada malam hari, rangkaian penutupan dilanjutkan dengan Malam Puisi. Acara dimeriahkan oleh penampilan musisi Cheepy, Amparan Jati, dan Hening yang menyuguhkan musik klasik Cirebon. Pertunjukan musik berpadu dengan pembacaan puisi yang memukau. Perjumpaan antara musik dan puisi memberikan warna tersendiri pada malam penutupan sekaligus memperlihatkan kekayaan ekspresi seni Cirebon.










